Home > News > Inilah yang terjadi Pada Tubuh Anda Saat Makan Mie Instan

Inilah yang terjadi Pada Tubuh Anda Saat Makan Mie Instan

MIE instan sudah menjadi makanan favorit bagi sebagian orang, khususnya anak-anak. Mengenai  efek sampingnya, tentu ini bukan menjadi rahasia umum, pasti kita sudah cukup tahu. Namun, tayangan komersialnya di televisi seakan membuyarkan asa takut kita untuk menikmati mie instan.

Meskipun ada mitos yang mengatakan bahwa dengan menambahkan sayuran pada mie instan dapat meningkatkan nilai gizi dalam mie. Namun, seperti kebanyakan makanan, sayuran dan buah-buahan tidak bisa melawan efek negatif dari setiap produk makanan yang tidak sehat.

Untuk lebih jelasnya, apakah mie instan itu benar-benar dapat mempengaruhi kesehatan Anda, seperti yang tertulis di laman Lifehack.org (Mei/2016),simak yang berikut ini.

 

1. Lambat dicerna, memicu kanker

Mie instan memberikan beban berat pada tubuh kita, memaksa tubuh untuk memecah mie dan diproses selama berjam-jam. Hal ini juga dapat menganggu gula darah Anda, dan terjadi pelepasan insulin jika dicerna terlalu cepat. Kandungan bahan kimia dan pengawet dalam mie, membuat proses tesebut bisa tahan lebih lama.Inilah yang dapat menyebabkan penyakit kanker, asma, dan diare jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.

 

2. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of Nutrition, ditemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi mie instan berlebih memiliki risiko yang jauh lebih besar sekitar 68% terkena sindrom metabolik daripada mereka yang tidak mengkonsumsi mie atau yang berdiet sehat.

Sindrom metabolik itu adalah sekelompok gejala seperti obesitas, tekanan darah tinggi, rendahnya tingkat kolesterol HDL yang meningkatkan kemungkinan seseorang terkena penyakit jantung, diabetes atau mengalami stroke.

 

3. Meningkatkan kadungan garam di dalam tubuh

Mie instan banyak mengandung garam. Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam American Journal of Hypertension pada 2014, tinggi konsumsi sodium diet diakui sebagai faktor utama dalam tingkat kematian yang tinggi di 23 studi kasus. Kelebihan natrium ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

 

4. Mengandung Monosodium Glutamat (MSG)

Monosodium Glutamat yang sering disebut MSG biasa ditemukan di beberapa produk makanan, termasuk mie instan dan merupakan penyedap rasa yang populer di China, masakan Jepang dan Korea.

Menurut FDA, MSG diberi label sebagai aditif yang aman, dengan efek berbahaya yang masih diperdebatkan, namun data kesehatan dan gizi dikumpulkan dari Kesehatan dan Gizi Survey di China menunjukkan sebaliknya, dengan konsumsi MSG yang tinggi atas jumlah waktu lama dapat menyebabkan kelebihan berat badan pada individu.

Selain Cina dan Jepang, Indonesia juga menjadi negara dengan konsumen tertinggi mie instan di dunia, seperti estimasi yang diterbitkan oleh Asosiasi Mie Instan Dunia pada tahun 2015.

Jadi, masih mau rajin makan mie instan? Semoga bermanfaat dan selamat sehat…

 

* Chairunnisa Dhiee, Relawan Kesehatan RS Ibnu Sina, Jakarta. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *