Home > Hikmah > Catatan Admin > Islam itu Rahmat bagi Sekalian Alam,…

Islam itu Rahmat bagi Sekalian Alam,…

Dalam Islam, kita dilarang menganggap diri yang paling benar, yang lain salah.
 
Sebagai seorang Muslim, kita wajib menyakini ajaran Islam adalah yang paling benar dari ajaran agama lain. Dalilnya ada dalam AlQuran, dan bukan cuma dalil, sejarah turunnya agama pun berurutan dari agama-agama sebelum Islam. 
Tentu saja, secara logika runtutan agama yang turun ke bumi yg juga disertai Nabi (yg diutus menyebarkan) adalah upaya menyempurnakan agama itu sendiri. Buktinya, di AlQuran itu lengkap, menceritakan kisah atau apa-apa yang ada di kitab-kitab sebelumnya. Kalau ada yang bilang, AlQuran itu karangan Muhammad, logikanya dimana, Nabi Muhammad itu tidak bisa membaca,… Kalaulah AlQuran itu sisinya bukan firman-firman Allah SWT, tak mungkin sehebat itu.
Ibarat buku, maka selalu ada cetakan atau edisi terbaru yang merupakan penyempurnaan dari buku-buku sebelumnya. Dan, umat Islam menyakini AlQuran adalah yang kitab yang paling sempurna.
 
Bila masih ada orang lebih menyukai buku cetakan lama, tentu kita tak bisa menyalahkannya. Karena itu adalah hak pribadi dirinya. Begitu juga Rasulullah SAW diutus sebagai Nabi dan Rasul terakhir ke bumi ini, bukan untuk memaksa manusia untuk memeluk Islam.
 
Islam dari asal usul bahasanya berarti selamat, salam.
 
Dari namanya, Islam bukanlah agama untuk satu daerah atau wilayah tertentu. Islam juga bukan untuk orang-orang dari keturunan tertentu.
 
Islam itu rahmatan lil alamin. rahmat bagi seluruh alam.
 
Nabi Muhammad SAW saja dilarang memaksa orang lain menyakini Islam, apalagi kita yang bukan siapa-siapa?
 
Banyak Penulis Barat berkisah mengenai Nabi Muhammad SAW, seperti Michael H Hart, Karen Armstrong, atau lainnya. Silakan baca karya-karyanya, di situ Anda bisa lebih memahami Nabi Muhammad SAW dari pandangan orang lain.
 
Islam tidak mengajarkan kekerasan atau radikalisme. Islam itu indah. Keindahan Islam bisa kita lihat secara abadi melalui karya-karya seni kaligrafi, bangunan2 mesjid, atau coba dengarkan lantunan Ayat Suci AlQuran….
 
Tak ada keindahan yg berasal dari jiwa yang kasar.
Sukarja
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *