Home > Link > Mengenal Pokja TPQ

Mengenal Pokja TPQ

lg pokjaPokja TPQ (Kelompok Kerja Taman Pendidikan Al-Quran) adalah Lembaga Pembina dari beberapa Pengajian/TPQ yang ada di masyarakat, Pengajian/TPQ yang berada di masyarakat sudah ada sejak mulai da’wah islam masuk ke Indonesia sejak abad 13 bahkan versi lain sejak abad ke 7. Setelah itu berdirilah kerajaan-kerajaan Islam dinusantara. Kegiatan mereka berada di Masjid, di surau, di rumah dan di tempat-tempat khusus.

Pengajian/TPQ lahir dari kesadaran masyarakat terhadap agamanya dan terhadap Al-Qur’an. Mereka tetap berjalan dan ada, baik ada dukungan dari penerintah maupun tidak, dikoordinir ataupun tidak, dibantu pembiayaannya ataupun tidak. Ini adalah kegiatan murni dari masyarakat yang sangat baik. Jumlah mereka tidak sedikit diperkirakan disetiap 2 Rukun Tetangga ada satu Pengajian anak-anak/TPQ.

Waktu kegiatan mereka ada yang pagi, siang, sore, ba’da maghrib dan ba’da isya. Artinya para guru ngaji/TPQ siap melayani masyarakat yang ingin belajar al-qur’an kapanpun mereka mau, kapanpun mereka punya waktu. Kegiatan TPQ dalam satu pekan 5 hari yaitu dari hari senin s/d jum’at dan jam belajar setiap harinya antara 60-120 menit dan umumnya 90 menit. 30 menit untuk privat/sorogan dan 60 menit untuk klasikal.

Kami Pokja TPQ Provinsi DKI yang keberadaan kami awalnya dibidani oleh Kepala Bidang Penerangan terhadap Masyarakat /KABID PENAMAS Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Tahun 2005. Akan tetapi kami tidak mendapat dukungan dana sama sekali. Belum lagi ada lembaga pembina TPQ lainnya merasa di anak tirikan, akhirnya kami memutuskan untuk tidak bersedia lagi dieskakan oleh Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta.

Melihat Keberadaan pengajian/TPQ di masyarakat sangalah banyak akan tetapi belum terorganisir dengan baik. Sehingga potensi yang ada pada mereka belum tergali.

Setelah kami melihat, bershilaturahim dan mempelajari kondisi dan keberadaan TPQ yang berada di masyrakat, Kami Pokja TPQ Provinsi DKI Jakarta mengambil kesimpulan bahwa kegiatan mereka ada kesamaannya yaitu pemberantasan buta huruf Al-Qur’an. Adapun perbedaannya biasanya pada masalah bacaan sholat, do’a dan dzikir yang bukan fardhu/prinsip. Dan juga ada beberapa hal yang seharusnya masih sangat mungkin untuk dapat ditingkatkan kualitasnya.

Langkah kami pertama adalah melakukan pendataan terhadap keberadaan TPQ yang berada di masyarakat.

Langkah kami kedua adalah menyusun buku Kurikulum TPQ dengan mengadopsi buku kurikulum dari berbagai macam lembaga yang ada, akan tetapi kami mencoba mengakomodir kebiasaan, kegiatan yang sudah ada dimasyarakat, kemudian kami berinovasi untuk yang lebih berkualitas. Alhamdulillah konsep kami diterbitkan menjadi sebuah buku kurikulum TPQ tahun 2011 oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta.

Langkah kami ketiga adalah menyusun buku-buku panduan yang di jadikan sebagai acuan belajar mengajar oleh guru dan santri di TPQ.  yang berada dibawah koordinasi Pokja TPQ. Kemudian menerbitkannya. Karena Kami Pokja TPQ tidak memiliki dana untuk penerbitan buku-buku panduan tersebut, maka kami bekerja sama dengan Yayasan Nur Madani untuk memfasilitasi segala keperluan yang dibutuhkan Pokja TPQ. Dan pada akhirnya, alhadulillah buku-buku serta pendukung lainnya sudah ada.

Langkah kami keempat adalah melakukan sosialisasi dengan melakukan Diklat guru ngaji/TPQ, adapun target pertama kami adalah 5.000 guru ngaji/TPQ. Yang sampai akhir Desember 2012 mereka yang sudah mengikuti kegiatan diklat 546 guru. Dan kekurangannya insyaallah akan kami lanjukan di tahun 2013 ini.  Adapun biaya diklat 25% dibebankan kepada lembaga/TPQ yang mengikut sertakan guru-gurunya pada program tersebut, dan 75%-nya akan diperjuangkan oleh panitia pelaksana dengan menawarkan program infestasi akhirat kepada masyarakat dan instansi.

 

Informasi selengkapnya, silakan klik di sini!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *