Minggu, Desember 17, 2017
Home > Sejarah Islam > Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

RasulullahMUhammadBulan Rab’iul Awal disebut maulid (kelahiran) karena bulan Hijriyah kelahiran Nabi saw. Banyak cara dalam merayakan kelahirannya, ada yang dengan cara karnaval, senandung lagu-lagu atau dalam bentuk pengajian. Tujuannya untuk mengungkapkan kegembiraan dengan kelahiran ang teladan dan manusia pilihan di muka bumi.
Sebenarnya tradisi merayakan adalah ungkapan kegembiraan atau mengenang peristiwan penting. Seperti peringatan hari kemerdekaan, hari kesehatan atau kelahiran. Fenomena di masyarakat, khususnya di perkotaan telah lumrah memperingati hari kelahirannya sendiri. Entah karena ungkapan kegembiraan dengan pesta, mesyukuri atas nikmat hidup yang Allah berikan atau evaluasi diri mengenai pertambahan umur dengan jasa dan kebaikan yang telah diperbuat.
Memperingati hari kelahiran Nabi saw. adalah bagian dari ungkapan kegembiraan menyambut kelahiran seorang panututan yang membimbingan manusia menuju cahaya dan kebahagiaan dunia akhirat.
Masalah hukum merayakan maulid tidak perlu diperdebatkan, apakah cara baru (mengada-ada/bid’ah) dalam beragama atau memang dianjurkan dalam Islam? Sebenarnya merayakan maulid merupakan syi’ar agama bukan esensi dalam ajaran Islam. Sebab acara peringatan maulid esensi acaranya berkenaan dengan ajaran Islam, seperti kisah dan sejarah keteladanan Nabi, membaca shalawat dan nasihat Islam di momentum bulan kelahiran Nabi saw. Merayakan maulid nabi saw tak dapat dibenarkan jika esensinya adalah menyalahi ajaran Islam, seperti buang makanan ke laut atau sesembahan kepada ruh jahat.
Ungkapan kegembiraan atas kelahiran Nabi saw diperintahkan oleh Allah SWT dalam firmannya, “Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira.” . Allah SWT memerintah untuk bergembira dengan karunia fadhl (Al-Qur’an) dan rahmat (Islam) yang dibawa oleh utusan-Nya. Nabi Muhammad saw pernah ditanya tentang rutinitas puasa pada hari Senin. Beliau menjawab bahwa hari itu aku dilahirkan dan aku diutus. Berarti, Nabi saw merayakan kelahirannya dan sekaligus merayakan mementum penting berupa hari pertama menjadi utusan Allah SAW.
Banyak faedah yang dapat dipetik dalam acara perayaan maulid. Pertama, revitalisasi cinta kepada Allah saw dan nabi Muhammad saw. Saat perayaan maulid pasti diawali dengan pembacaan sejarah hidup Rasulullah saw. Bagi siapapun yang mempelajari sejarahnya pasti terpesona dan mengagumkan. Bagi orang beriman juga menjadi keyakinan kebenaran sebagai manusia pilihan untuk menuntun manusia menuju kebenaran dan kebaikan Pembacaan shalawat adalah rangkaian yang wajib dibaca saat merayakan maulid Nabi saw. shalawat Nabi saw. untuk menyambung rasa cinta dan rindu, sekaligus memohon syafaatnya dan rahmat dari Allah SWT. Allah SWT dan para malaikat bershawat kepada Nabi saw. Bagaimana umatnya yang telah banyak mengambil teladan dan hikmah darinya tentu harus selalu bershalawat.
Maulidan yang ditambah dengan taushiya adalah untuk mengingatkan umat agara selalu mengukur hidup dengan ajaran Islam. Kalau pada akhir acaranya ada makanan dan berkat itupun sadekah sebagai ungkapan dari rasa syukur dan syukuran dengan hadirnya Sang Cahaya pilihan Allah SWT.

 

 

Oleh: M. Cholil Nafis, Ph D

Komunitas Ayo Mengaji

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *