Home > News > Pentingnya Kerja Sama Orang Tua dan Guru di Sekolah

Pentingnya Kerja Sama Orang Tua dan Guru di Sekolah

hari-pertama-masuk-sekolah-270715-nw-2Orangtua sering kali merasa gelisah saat menerima laporan negatif terkait perilaku anaknya yang berulah atau bermasalah di sekolah. Tidak jarang, kegelisahan tersebut diejawantahkan dalam reaksi yang sangat defensif.

Banyak orangtua yang balik menyalahkan pihak sekolah saat menerima laporan negatif soal anaknya, dan tidak sedikit yang langsung menghukum buah hatinya karena merasa dipermalukan.

Sebenarnya, para orangtua tidak perlu bersikap reaktif saat menerima laporan negatif dari pihak sekolah. Kuncinya adalah membangun komunikasi yang baik antara orangtua dan guru demi kesehatan masa perkembangan anak. Nah, bagaimana caranya?

Psikolog Anak dan Keluarga dari Medicare Clinic Jakarta Anna Surti Ariani menjelaskan pada dasarnya informasi dari guru merupakan masukan (input) kepada orangtua perihal kondisi terkini anak di sekolah.

“Orangtua mungkin suka atau tidak suka dengan input  tersebut. Namun, saat mendapatkan masukan yang negatif, hal pertama yang harus dilakukan orangtua adalah mencari tahu kebenarannya. Itu dulu,” tegasnya.

Dia mencontohkan salah satu kasus seorang anak yang dilaporkan telah memukul temannya. Orangtua yang menerima laporan tersebut tidak langsung memarahi puteranya. Justru, yang harus dilakukan adalah mencari tahu kebenaran dari pihak lain, seperti teman-teman si anak, orangtua murid lain, maupun staf atau guru lain di sekolah. Dari situ ternyata diketahui anaknya sudah memukul kawannya tiga kali.

Setelah mencari tahu kebenaran lebih lanjut, ternyata diketahui bahwa si anak sebenarnya tidak memulai pertengkaran. Dia justru diganggu saat sedang asyik bermain, sehingga terpaksa membela diri dengan balas memukul. Pada saat itulah gurunya melihatnya.

“Nah, fakta yang benar itulah yang harus dicari oleh orangtua. Jangan sekadar memarahi anak dengan asumsi saja, bahwa laporan gurunya sudah pasti benar. Kalaupun kita menolak masukan yang diberikan pihak sekolah, kita bisa berunding dengan si guru,” jelasnya.

MELIMPAHKAN TUGAS

Psikolog yang akrab disapa Nina itu menambahkan saat ini banyak orangtua yang sangat sibuk, sehingga terkesan melimpahkan tugas mendidik anak sepenuhnya kepada pihak sekolah. Perlu diingat, sikap tersebut akan memberi dampak negatif terhadap psikologi anak.

“Orangtua sebetulnya tidak bisa begitu saja melimpahkan tugasnya kepada guru. Walaupun percaya 100% terhadap gurunya, mereka tetap harus mengetahui perkembangan dan kemajuan anak mereka,” ujarnya.

Nina, yang juga adalah Psikolog Anak dan Keluarga PacHealth Indonesia, menjabarkan cara orangtua untuk mengetahui perkembangan anak dapat dilakukan dengan mengecek buku-buku, tugas-tugas, maupun lembar-lembar ulangan buah hatinya.

Jika orangtua terpaksa disibukkan dengan proyek/ tugasnya, mereka dapat membicarakannya dengan pihak sekolah. “Harus dikomunikasikan ke gurunya, bahwa dalam jangka waktu tertentu mereka tidak bisa concern sepenuhnya kepada anak. Jadi semacam dititipkan.”

Namun, jika orangtua terus menerus ditelan kesibukannya sendiri, jangan-jangan merekalah yang bermasalah dengan manajemen waktu. Sehingga, yang harus diperbaiki adalah bagaimana mengatur waktu agar mereka tetap dapat fokus mendidik anak.

Pada beberapa kasus—khususnya untuk anak yang mulai beranjak besar—laporan negatif guru kepada orangtua dapat mengakibatkan perasaan hilang semangat dan penurunan motivasi, sehingga berpotensi menyebabkan ulah si anak di sekolah semakin menjadi-jadi. Untuk itu, orangtua disarankan agar melakukan pendekatan intensif melalui diskusi dan obrolan dari hati ke hati.

“Kita bisa menyampaikan komplain dari guru dan teman-temannya, lalu bisa juga menanyakan apa yang dapat dilakukan ortu untuk anaknya.”

Mau tidak mau, upaya pendekatan melalui diskusi memakan waktu dan kesabaran untuk mendengarkan. Jika anak sudah merasa aspirasinya tersampaikan dan didengarkan ortunya, kemungkinan besar ulahnya di sekolah tidak akan makin menjadi-jadi.

“Jadi, dalam kaitannya dengan kerja sama antara guru dan orangtua, yang lebih relevan dilakukan adalah berkomunikasi dengan pihak sekolah, bagaimana agar pendekatan di rumah selaras dengan pendekatan di sekolah,” ucap Nina.

 

 

sumber: Bisnis.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *