Minggu, Desember 17, 2017
Home > Pendidikan Kita > Rutin Menulis “Diary” Tingkatkan Kualitas Hidup

Rutin Menulis “Diary” Tingkatkan Kualitas Hidup

travel-tulis780x390Guru bahasa saya di sekolah menengah pernah bertanya, “Siapa yang sampai hari ini masih suka menulis buku harian?”. Setelah sejenak saling pandang, kami semua serentak tertawa.

Kemudian beliau meluncurkan pertanyaan kedua. “Menurut kalian, apa bedanya menulis diari dengan curhat harian kalian di media sosial?”. Tanpa berpikir, kami pun membandingkan betapa kunonya buku harian dan asiknya bersuara di jejaring sosial.

Saat itu, guru saya hanya tersenyum sambil menjelaskan sudut pandangnya. Menurut dia, pada dasarnya kedua kegiatan tersebut serupa. Hanya saja, kebiasaan menulis buku harian kian ditinggalkan karena menggenggam buku semakin terasa janggal dibandingkan memegang ponsel.

Sebenarnya, dibandingkan media sosial, memegang buku harian lebih membebaskan penulisnya. Tanpa ada orang lain yang melihat, tak ada gengsi atau pencitraan harus dijaga. Bahkan, mengeluarkan hal paling rahasia dan tabu sekali pun menjadi sah saja di buku harian.

Buku harian bisa menjadi pendengar setia pemiliknya tanpa banyak kritik dan komentar. Ujungnya, penat dan beban pun seolah terangkat.

Selain itu, aktivitas pemiliknya dapat tercatat dan tersimpan rapi. Sejarah dan buah pikiran di masa lalu pun dapat dibuka kembali dan bisa dijadikan solusi nantinya.

Seperti pernah dituturkan di Kompas.com, psikoterapis Kathleen Adams pernah mengatakan bahwa terapi buku harian bisa mengajari seseorang tentang dirinya sendiri. Mendokumentasikan pengalaman dapat membantu orang mendengarkan suara dalam benak sekaligus kebutuhan tubuh.

Tanpa batas

Boleh jadi, salah satu alasan ditinggalkannya buku harian adalah citranya yang melulu soal curahan hati. Padahal, tak ada aturan baku dalam menulis buku harian. Anda bisa mencatat apa saja, mulai jurnal gizi sampai aktivitas olahraga.

Rutin mencatat pola makan, misalnya. Anda dapat mengatur asupan harian dan kualitas menu makanan di sini. Jika suatu hari menderita sariawan, Anda dapat mengetahui besar kecilnya asupan vitamin C hanya dengan mengacu pada catatan tersebut.

Menulis buku harian juga tidak melulu harus dalam sebuah buku. Anda bisa memilih jurnal digital untuk, seperti aplikasi diari untuk komputer.

Menumbuhkan kebiasaan menulis buku harian pun mampu disiasati dengan ponsel. Jika memilih Samsung Galaxy Note 5, misalnya, Anda akan mendapatkan fasilitas yang memudahkan kegiatan menulis, bahkan dalam kondisi layar ponsel sedang mati.

Fitur off-screen writing secara otomatis akan menyala ketika Anda mengeluarkan dan menekan ujung belakang stylus S Pen. Nantinya, tulisan akan tersimpan langsung pada S Note.

Di luar kemampuan menyimpan tulisan, fitur S Note juga dapat digunakan untuk membuat gambar dan mengubah foto hasil bidikan kamera. Dengan begitu, Anda bebas menambahkan gambar agar catatan lebih bervariasi.

Sementara itu, bodi Samsung Galaxy Note 5 yang berbalut lapisan kaca dan logam, serta lengkungan pada punggungnya membuat ponsel ini terasa pas dalam genggaman. Ditambah layar datar selebar 5,7 inci, Anda akan lebih stabil saat menulis.

Memang, membangun kebiasaan menulis setiap hari bukan pekerjaan mudah, namun bukan juga satu hal mustahil. Dengan rutin melaksanakannya, Anda akan menuai beragam manfaat nantinya.

Selamat menulis!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *