Home > bangga > Wulan Dwi Sakinah, Anak Tukang Cendol Yang Calon Dokter

Wulan Dwi Sakinah, Anak Tukang Cendol Yang Calon Dokter

wulan-dwi-sakinah-_141204170704-790Wulan sama sekali tidak pernah menyangka selangkah lagi bakal menjadi dokter. Setelah menggaet gelar sarjana kedokteran, kini Wulan tengah menjalani pendidikan profesi dokter di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

“Sebenarnya sejak dulu saya ingin sekali menjadi dokter. Namun, dengan kondisi keluarga saya, rasanya sangat tidak mungkin,” kenang Wulan saat ditemui Asah Asuh dalam acara Silaturahim Bidikmisi di Jakarta, belum lama ini.

Saat itu, ayahnya, pedagang es cendol keliling, berpanghasilannya pas-pasan. Artinya, hanya cukup untuk makan sehari-hari. Dengan kondisi seperti itu, sang ibu menasihatinya. “Ibu saya bilang, jika ingin kuliah silakan. Tapi biayanya cari sendiri,” tutur Wulan, peraih IPK cum laude ini.

Ucapan ibundanya itu ternyata sebuah doa. Singkat cerita, gadis kelahiran Ciamis, 21 Desember 1991 itu, mendapatkan beasiswa Bidikmisi dan mendaftar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad). Ia hanya “coba-coba” memilih fakultas itu. “Sungguh tidak menyangka, saya dinyatakan lulus,” ujarnya.

Wulan, angkatan pertama penerima Bidikmisi, menuturkan bahwa ia tidak menemui kesulitan saat melamar menjadi penerima beasiswa tersebut. Ia menyerahkan seluruh dokumen yang diminta, seperti rapor dan piagam-piagam perlombaan, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik. Rumahnya juga mendapat visitasi untuk melihat secara langsung kondisi dirinya dan keluarganya.

Ia mengatakan, keinginannya menjadi dokter semakin kuat saat neneknya jatuh sakit, namun tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai di daerah tempat tinggalnya, Desa Gunung Cupu, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. “Lingkungan tempat kami tinggal kurang sekali tenaga kesehatannya, bahkan nenek saya harus berobat ke rumah sakit pusat yang jaraknya jauh,” tutur gadis berkerudung ini.

Meski berasal dari keluarga tidak mampu, Wulan kecil adalah murid yang rajin dan pintar. Prestasi itu ia pertahankan terus, termasuk saat menempuh pendidikan di MA Negeri Tasikmalaya. “Alhamdulillah setiap semester dapat peringkat satu dan juara umum di sekolah,” imbuhnya.

Wulan sebenarnya sama dengan anak-anak lainnya dalam belajar. Namun, tekad untuk membawa keluarganya menjadi lebih baik yang memotivasinya selama ini, sehingga prestasi selalu berada dalam genggamannya.

Anak kedua dari pasangan Bandi Sobandi dan Una Munawaroh menambahkan, setelah lulus dari program studi Pendidikan Dokter Unpad, ia berencana melanjutkan ke pendidikan spesialis penyakit dalam. Semoga sukses.

Sumber: Republika.co.id

Reporter :
Redaktur : Taufik Rachman

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *